Sempat Beredar! Inilah Penampakan Gambar Stiker LINE Bernuansa LGBT


Beberapa waktu ini, masyarakat ramai menyoroti sebuah fitur pemanis aplikasi chatting dari LINE, pasalnya fitur aplikasi kontroversial yang berupa stiker itu mempertunjukkan unsur perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).


Sontak, ketidaksengajaan LINE mempublikasikan stiker tersebut menjadi sorotan miring banyak orang. Kejadian itu pun diakui oleh pihak Line Indonesia. Saat coba dikonfirmasi, Head of Public Relation Line Indonesia, Teddy Arifianto, menyatakan jika pihaknya sedang berusaha untuk menarik sticker berbau LGBT dari layanannya.

"LINE menyayangkan kejadian beberapa stiker yang dianggap sensitif oleh banyak orang telah menyebabkan timbul rasa kurang nyaman dari para pengguna dan pemerhati. Kami minta pengertiannya karena saat ini kami sedang bekerja menyelesaikan permasalahan ini terutama dalam proses menghapus stiker-stiker tersebut," ujar Teddy, Rabu (10/2).

Menurut Teddy, pihaknya berpegang pada acuan global untuk melakukan penyaringan atau filter terhadap konten-konten yang sensitif dari perspektif budaya lokal.

"LINE menghargai seluruh masukan dari para pengguna dan pihak-pihak lain terkait produk dan fitur kami dan kami menyadari betapa sensitifnya hal ini dan akan berupaya keras agar hal seperti ini tidak terulang kembali. Kami tetap menantikan dukungan berkelanjutan dari semua pihak," jelasnya.

Dia pun membantah, jika stiker yang mengandung konten LGBT itu dikaitkan dengan dukungan LINE terhadap komunitas tersebut.

"Jadi, tolong dilihatnya jangan hanya semata-mata kontroversinya. Dan stiker itu tidak bertujuan suggestive gaya hidup, yang ada hanya persepsi seolah itu menganjurkan, dan kami seolah mendukung. Kami netral bahwa kelompok itu ada, itu fakta adanya. Konteksnya kita bicara nilai-nilai universal manusia pada umumnya. Karena prinsipnya adalah non diskriminasi dan kesetaraan. Itu policy sebagai perusahaan global. Tapi kami akui di Indonesia hal-hal itu menjadi sensitif," terangnya.

"Jadi bukan soal lolos/tidak atau kecolongan apa tidak. Konteksnya kita bicara nilai-nilai universal manusia pada umumnya," imbuhnya.


Tokoh masyarakat pun tak pelak mengambil sikap, seperti yang ditunjukkan oleh Da'i Aa Gym. Dalam akun Twitter pribadinya @aagym, terang-terangan mengatakan jika ia tidak akan lagi menggunakan aplikasi LINE dalam aktivitas komunikasinya. Ia pun mengajak para followersnya meninggalkan aplikasi perpesanan yang dianggapnya mendukung komunitas LGBT.


"Saya stop menggunakan LINE karena terang terangan mempromosikan LGBT ... Ayoo pakai sosmed yang sehat saja," tulisnya.

Hasil cuitan beliau itupun ditanggapi beragam oleh followersnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar