Budidaya Tanaman dan Ikan dengan Sistem Akuaponik

Akuaponik (aquaponic) secara garis besar merupakan gabungan antara budidaya ikan dengan budidaya tanaman secara simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), yakni memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan.

Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimal untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi. Sistem teknologi akuaponik ini muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit.
Akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam rangka pemecahan keterbatasan air, juga mempunyai keuntungan lain berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan.

Komponen yang dibutuhkan :
# Bak / kolam tempat hidup ikan
# Bak filter (untuk penyaring air)
# Bak / wadah tempat hidup tanaman (selanjutnya disebut sebagai growbed)
# pompa sirkulasi air (bisa menggunakan pompa untuk akuarium)
# ikan & tanaman
Sistem Re-sirkulasi
Secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut :
air yang berasal dari bak/kolam wadah pemeliharaan ikan dialirkan dengan menggunakan pompa air ke bak filter, air kemudian dialirkan lagi menuju ke wadah tanaman (growbed), di bagan akhir air yang sudah melewati growbed tersebut dialirkan kembali kedalam kolam ikan dengan kondisi bersih. Demikian proses tersebut terjadi secara terus menerus sehingga amoniak yang berada di kolam akan tersaring sampai 80 % oleh bak filter, media tanam dan juga oleh tanaman.

Bak/kolam tempat hidup ikan bebas menggunakan berbagai bahan (kolam semen, kolam terpal, ember, drum, dll) sesuai situasi dan kondisi yang ada, pada prinsipnya harus dapat menampung air dengan baik, tidak mudah bocor dan aman bagi ikan, sehingga ikan dapat hidup dan berkembang sesuai harapan.

Bak filter bisa dibuat menggunakan ember/sejenisnya yang diisi dengan batu apung / bioball, fungsinya selain untuk menyaring air dari bak/kolam pemeliharaan ikan dan tempat bakteri menguntungkan berkembang biak.

Salah satu elemen penting dalam sistem akuaponik adalah bakteri menguntungkan. Bakteri ini menguraikan unsur dalam air menjadi bentuk yang dapat diserap dan digunakan oleh tanaman. Ada dua jenis bakteri yang berbeda yaitu Nitrosomonas dan Nitrobacter. Nitrosomonas mengubah amoniak menjadi nitrit, selanjutnya bakteri Nitrobacter mengubah nitrit menjadi nitrat. Tanaman kemudian menyerap nitrat ini untuk pertumbuhannya.

Growbed untuk tanaman pun bebas menggunakan berbagai model, paling lazim adalah dengan bak yang diisi kerikil / pecahan genteng / pecahan kaca, intinya adalah bahan yang tidak mudah lapuk oleh air sehingga tidak akan menyumbat saluran air yang bisa berakibat pada terganggunya proses re-sirkulasi.

terdapat 3 macam growbed :
1. menggunakan media kerikil/sejenisnya disebut gravel.
2. menggunakan busa/spons /bahan lain yang terapung di air, kemudian dilubangi sesuai ukuran pot kecil yang bagian bawahnya berlubang sehingga akar tanaman dapat menembus sela-sela media dan sampai tercelup air, disebut floating raft (rakit terapung).
3. menggunakan pipa paralon/sejenisnya sebagai tempat aliran air, hampir sama dengan model rakit terapung tetapi bedanya adalah air mengalir (lihat gambar).

Jenis Ikan : Padat Tebar
Ikan Mas : 10-200 ekor/m2
Ikan Nila : 100-150 ekor/m2
Ikan Gurame : 5-10 ekor/m2
Ikan Lele : 100-150 ekor/m2
Ikan Patin : 10-15 ekor/m2
(tidak berlaku sebagai harga mati, sekedar acuan saja)

Jenis tanaman yang sudah dicoba dan berhasil cukup baik adalah :
kangkung, tomat, sawi dan caisim / pakchoi.
karena media tanam (growbed) tidak menggunakan tahah, maka agar tanaman dapat tumbuh baik perlu disemaikan dulu sampai bibit berumur sekitar 1 bulan (akar sudah cukup kuat & panjang, serta memiliki minimal 3 daun).

[diolah dari berbagai sumber online&offline]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar