Gurita Bisnis Hary Tanoe, Raja Media dari Surabaya

SIAPA sih Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo? Kalau dulu orang bertanya seperti ini, rasanya memang pantas. Tapi sekarang? Rasanya keterlaluan. Sebab, pria yang baru berusia 48 tahun ini adalah raja bisnis multimedia di Indonesia. Jaringan bisnis medianya tersebar, mulai dari televisi, televisi berbayar, radio, koran, majalah, situs online, sampai rumah produksi.

Pria kelahiran Surabaya, 26 September 1965, yang akrab disapa Hary Tanoe atau HT ini, adalah jebolan Carlton University, Kanada. Ia sering bermain saham di Bursa Toronto, lalu mengenal sejumlah investor kakap dunia. “Sejak kuliah, saya mulai berpikir bagaimana supaya mandiri. Saya dagang di Kanada waktu itu," ujar Hary pada pelantikan BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung, pertengahan tahun lalu.

Lulus dengan meraih gelar Master of Business Administration dari Carlton University, ia pulang ke Surabaya. Di kota kelahirannya ini, Hary mendirikan perusahaan sekuritas PT Bhakti Investama, dengan modal awal hanya Rp 200 juta, pinjaman dari sang ayah.

Tak berselang lama, ia mengadu peruntungan di Jakarta. Ia masukkan PT Bhakti Investama ke lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ). "Tahun 1997, usaha saya go public. Lalu pada 1998 terjadi krisis. Tapi saya manfaatkan momentum itu karena saya memiliki keyakinan Indonesia akan besar," kata Hary.

Jakarta ternyata membawa hoki bagi Hary. Perusahaannya mulai terlibat dalam kegiatan investment banking, merger, dan akuisisi. Beberapa perusahaan bermasalah dia akuisisi, lalu diperbaiki, dan dijual. Konon, ia jarang menggunakan dana sendiri dalam aksi akuisisi. Caranya, ia mencari dana dari publik, dengan menawarkan saham atau melalui konsorsium.

Lihat saja, dalam peralihan saham berpengaruh PT Bimantara Citra Tbk, awal tahun 2000. Saat masuk ke Bimantara, 2002, ia tidak membentuk konsorsium dan tidak melakukan pinjaman modal. Modalnya justru dari keuntungan kegiatan investment banking Bhakti Investama.

Sejak mengambil alih Bimantara, ia sudah berangan-angan ingin menjadi kampiun di bisnis media. Angan-angan itu ternyata bukan berupa khayalan. Tak sampai lima tahun, ia berhasil menguasai tiga stasiun televisi, yakni RCTI, TPI, dan Global TV. Saham MNC sendiri 99% awalnya dimiliki oleh Bimantara, grup usaha yang dulunya digenggam Bambang Trihatmodjo, putera mantan Presiden Soeharto.

Sejak memiliki Bimantara, Hary kian agresif di bidang media. Kini, ia memiliki puluhan media, baik elektronik maupun cetak. Tak hanya itu. Hary juga mendirikan rumah produksi, perusahaan rekaman, sampai agen periklanan.

Banyak orang mengakui, kunci sukses Hary terletak pada kemampuannya menata kembali perusahaan yang sudah kusut alias bermasalah. Lihat saja ketika ia membenahi Bimantara yang terbelit utang.

Namun, tak sedikit yang menduga, awal keberhasilan Hary lantaran ia punya akses modal yang tersebar di berbagai negara. Ia juga diisukan sempat mengundang fund manager George Soros untuk ambil bagian 14,5% saham Bhakti Investama. Soros, pemilik Quantum Fund, adalah orang yang sampai sekarang dituding sebagai tokoh di balik krisis moneter di Indonesia tahun 1998 lalu.

Apapun itu, yang jelas, suami Liliana Tanaja Tanoesoedibjo ini, pernah dinobatkan sebagai ‘Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005’ oleh majalah Warta Ekonomi.


Di bawah bendera PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), Hary membangun berbagai media. Tahun lalu, dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia, pendapatan iklan MNCN naik 21,49% menjadi Rp 5,37 triliun dari tahun sebelumnya Rp 4,42 triliun. Pendapatan iklan MNCN melampaui pertumbuhan rata-rata industri yang hanya 15%.

Saat ini, mayoritas saham MNCN dikuasai oleh Global Mediacom dan kemudi perusahaan dipegang Hary. Pada 17 Oktober 2011, perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang berbasis di Los Angeles, Saban Capital Group membeli 7,5% saham MNCN.

Di bawah ini berbagai media di bawah kendali MNCN:

Penyiaran

Televisi

PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)

PT Global Informasi Bermutu (Global TV)

PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (MNCTV)

PT Sun Televisi Network (Sindo tv)



Radio


PT MNC Networks (Global Radio, V Radio)

PT Radio Trijaya Shakti (Sindo Trijaya Radio)

PT Radio Prapanca Buana Suara

PT Radio Mancasuara

PT Radio Swara Caraka Ria

PT Radio Efkindo

PT Radio Citra Borneo Madani

PT Radio Suara Banjar Lazuardi

PT Radio Cakra Awigra

PT Radio Suara Monalisa (Radio Dangdut Indonesia)

PT Radio Mediawisata Sariasih



Lain - Lain


Media Nusantara Citra B.V.

MNC International Middle East Limited

MNC International Limited

Linktone Indonesia

MNC Pictures FZ LLC

 

Media cetak

PT Media Nusantara Informasi (Harian Seputar Indonesia)

PT MNI Global (Genie, Mom & Kiddie, Realita)

PT Hikmat Makna Aksara (Sindo Weekly)

PT MNI Entertainment (HighEnd, HighEnd Teen, Just for Kids Magazine)

Agensi periklanan

PT Cross Media Internasional

PT Mediate Indonesia

PT Multi Advertensi Xambani

PT Citra Komunikasi Gagasan Semesta



Manajemen artis

PT Stars Media Nusantara



Musik

Perusahaan rekaman

Impact Music Record



Rumah produksi

PT MNC Pictures

SinemArt

MD Entertainment

E-Motion Entertainment

Layar Production



Situs online

PT Okezone Indonesia

Okezone.com

Sindonews.com



Saluran MNC

MNC News

MNC Entertainment

MNC Lifestyle

MNC Business

MNC International

MNC Muslim

MNC Sport

MNC Comedy

MNC Drama

MNC Movies

MNC Fashion

MNC Infotaiment

MNC Shop



Segera Berdiri Tahun 2013

MNC Kid

MNC Valentine

MNC Era Baru

MNC Vasantham

MNC Art

MNC Rohani

MNC Golf

MNC Teens

Tidak ada komentar:

Posting Komentar