Vampir Lepas di Serbia, Penjualan Bawang Putih Meningkat



Penjualan bawang putih baru-baru ini meningkat drastis di bagian barat Serbia. Fenomena ini bukan lantaran murahnya harga bawang putih melainkan dewan setempat telah mengeluarkan peringatan adanya vampir lepas.

Situs orange.co.uk melaporkan, Sabtu (24/11), peringatan itu dikeluarkan setelah sebuah pabrik tua dipercaya tempat berdiamnya vampir Sava Savanovic hancur. Sava Savanovic merupakan vampir legendaris dalam cerita rakyat Serbia.

Diceritakan, Savanovic hidup di sebuah tempat penggilingan di bantaran sungai Rogacica, di Desa Zarozje, Kota Bajina Basta. Di tempat itu Savanovic hidup dengan meminum darah siapa saja datang ke pabrik itu untuk menggiling padi.

Pabrik itu sebetulnya dimiliki oleh keluarga Jagodic, namun mereka terlalu takut untuk menggunakannya. Justru, tempat itu menjadi sumber pemasukan bagi keluarga Jagodic setelah mereka mengiklankan pabrik itu sebagai tempat wisata.

Keluarga Jagodic khawatir jika mereka tetap menggunakan pabrik itu maka akan mengganggu ketenangan dan akan melepaskan amarah vampir Savanovic jika kediamannya terganggu. Alhasil, tempat itu hancur dengan sendirinya lantaran dimakan usia.

Namun, penduduk setempat takut dengan isu berkembang setelah mengetahui kediaman vampir Savanovic itu hancur dan akan membebaskan dia menghisap darah. "Masyarakat khawatir sebab mereka berpikir vampir itu sekarang tuna wisma dan mencari tempat baru bahkan korban. Kita semua ketakutan," kata Walikota Miodrag Vujetic.

Dia menambahkan bagi mereka tidak tinggal di areal itu mungkin akan menertawakan ketakutan mereka. Namun, dia mengatakan tidak ada satu penduduk lokal meragukan keberadaan vampir Savanovic.

Dia juga mengatakan dewan setempat menyarankan kepada semua warga agar menaruh bawang putih di bagian pintu dan jendela rumah agar terlindung dari bahaya vampir. Ini lantaran vampir tidak tahan mencium bau bawang putih. "Kita juga mengingatkan agar warga meletakkan salib di setiap kamar mereka," ucap dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar