Bangkitnya Ritel Online di Indonesia

Perkembangan internet di Indonesia mengalami lonjakan yang luar biasa, infrastruktur yang meningkat, biaya akses yang murah mendongkrak penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari. Tercatat dalam Markplus Insight, saat ini terdapat 55 juta populasi pengguna internet di Indonesia dimana 29 juta diantaranya adalah pengguna mobile internet. Tahun 2014 mendatang diprediksikan 61% populasi atau 153 juta penduduk Indonesia sudah menggunakan internet, dengan kenaikan penggunaan mobile internet 87% setiap tahunnya.

Idealnya pola belanja konsumen e-commerce adalah dengan cara mencari dan membeli produk secara online, namun pada kenyataannya pola berbelanja mengalami evolusi yaitu konsumen mencari produk secara offline dengan berkunjung ke toko atau mal lalu membelinya secara online, atau bahkan sebaliknya dimana konsumen mencari produk secara online lalu kemudian membeli di toko offline terdekat, ini yang dinamakan dengan web-influenced retail sales. Jika para pebisnis ritel jeli untuk memanfaatkannya, sungguh sebuah fenomena pasar yang berlimpah dan menjanjikan. Studi online ritel oleh Forrester Research di Amerika menunjukkan bahwa 53% sales yang dihasilkan oleh toko dihasilkan dari aktifitas online (web-influenced retail sales) seperti mencari informasi produk dan harga melalui website e-commerce.

Bisnis ritel online di Indonesia saat ini masih dikuasai oleh peritel kecil dan menengah, dengan pertumbuhan yang cukup signifikan. Namun tidak demikian dengan peritel besar nasional, masih "setengah hati" memanfaatkan internet sebagai lini penjualan mereka. Padahal e-commerce Indonesia diprediksikan mengalami lonjakan dari 120 juta USD menjadi 650 juta USD di tahun 2015 (Sumber: Frost & Sullivan, February 2012).

Tantangan bagi para peritel besar adalah mengembangkan sistem online yang benar-benar tepat untuk konsumen di Indonesia. Kemudahan berbelanja bagi konsumen dan bisnis proses yang rumit (logistik dan distribusi) menjadi pertimbangan utama dalam membangun sebuah ritel online.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa perusahaan retail harus mulai melakukan bisnis online saat ini. Belum ada kata terlambat untuk memulai memiliki website, ataupun meningkatkan fitur dan layanannya menjadi sebuat portal e-commerce.


1. INTERNET : EKONOMI BARU DUNIA
Penetrasi internet ke dalam sendi kehidupan bermasyarakat dengan lonjakan pertumbuhan begitu dahsyat merubah persepsi kita mengenai cara bisnis tradisional. Beberapa raksasa e-commerce menguasai pasar retail di internet, namun demikian studi menunjukkan bahwa perusahaan kecil dan menengah akan menjadi kekuatan utama pertumbuhan e-commerce di tahun-tahun mendatang.

2. INTERNET ADALAH TEMPAT SEMPURNA UNTUK BISNIS.
Internet begitu dekat dengan konsumen, cukup dengan satu klik saja mereka sudah mengunjungi toko online. Dengan menggunakan metode pemasaran online yang tepat, toko online akan dikunjungi lebih banyak orang dan menghasilkan sales yang lebih besar daripada toko atau gerai konvensional.

3. CITRA PERUSAHAAN.
Bagaimana konsumen dapat menganggap sebuah perusahaan kredibel atau serius dalam bisnisnya jika tidak ada informasi yang memadai melalui website ? Keberadaan sebuah website menjadi tolok ukur kepercayaan. Tentunya sebuah website yang bagus akan meningkatkan citra perusahaan apalagi jika didalamnya menawarkan produk hebat atau layanan konten yang menarik.

4. SALURAN DUKUNGAN PELANGGAN LEBIH BAIK.
Saluran pengaduan dan retensi konsumen merupakan salah satu faktor kunci sebuah rantai bisnis. Kini dengan kehadiran Internet, perusahaan dapat menyediakan layanan dukungan pelanggan lebih efektif, artinya kepuasan pelanggan yang lebih baik akan meningkatkan profit.

5. MEMUDAHKAN PELANGGAN MENGAKSES INFORMASI.
Teknologi internet memungkinkan perusahaan melakukan update informasi seketika pada website agar dapat diakses oleh publik di seluruh dunia, semua hanya dalam hitungan jam saja tanpa memerlukan waktu lama maupun biaya yang tinggi.

6. EFISIENSI BIAYA.
Perusahaan retail sebaiknya mengadopsi teknologi online untuk pengembangan bisnisnya dan penghematan anggaran biaya pada hampir semua lini mulai dari manajemen rantai suplai, penagihan, pengiriman dan lainnya. Sebagai contoh, toko online tidak memerlukan biaya sewa tempat, tenaga sales, kolateral atau biaya operasional yang tinggi, namun berpeluang mendapatkan profit yang lebih besar.

7. KEMAMPUAN UNTUK MELAKUKAN BISNIS 24 JAM.
Tidak seperti toko konvensional yang terbatas waktu operasinya, toko online mampu secara kontinyu buka 24 jam sepanjang tahun. Internet selain memudahkan konsumen untuk berbelanja sesuai ketersediaan waktu mereka, juga tetap menciptakan peluang profit bagi perusahaan sekalipun diluar jam operasional bisnis.

8. DAPAT DIAKSES DIMANAPUN.
Website memungkinkan perusahaan retail untuk melakukan bisnis tanpa batasan wilayah, namun tidak perlu seperti Amazon yang melayani setiap bagian dari dunia, cukup sesuaikan dengan jangkauan wilayah distribusi bisnis yang dapat dilayani. Penetrasi telepon selular dan smartphone semakin tinggi di dunia, khalayak mulai menggunakan ponsel untuk mengakses internet. Perusahaan retail yang jeli tentunya akan menggunakan peluang ini dengan membangun website versi mobile, memudahkan konsumen berbelanja atau mendapatkan informasi dimanapun dan kapanpun mereka berada.

9. PERSIAPAN GENERASI DIGITAL
Tidak dapat dipungkiri bahwa komunitas merupakan faktor terpenting. Dengan jumlah generasi Y yang besar, Indonesia menjadi pangsa pasar yang menggairahkan untuk bisnis online. Perusahaan mulai membangun komunitas konsumen secara digital melalui social media, menjalankan social-CRM untuk mengetahui lebih jauh mengenai perilaku dan kebutuhan konsumen dimasa mendatang.

10. GO GLOBAL
Menjadi pemain global semakin mudah dan berbiaya rendah, dengan melakukan ekspansi ke dunia maya perusahaan berpeluang bisnis lebih besar dengan jutaan prospektif konsumen di seluruh dunia melalui e-marketplaces untuk B2B maupun B2C yang tersedia di internet. Menurut AMR Research saat ini lebih dari 1,3 triliun USD baik barang dan layanan akan mengalir melalui pasar B2B.

Layaknya bisnis offline, faktor penentu kesuksesan bisnis online adalah sama, perusahaan harus memiliki ide yang bagus, rencana bisnis yang benar, nilai-nilai lebih yang akan ditawarkan kepada calon konsumen, dan tentunya keyakinan dan kemampuan menjalankannya. Berbisnis online semakin murah dan mudah berkat perkembangan teknologi, kini saatnya perusahaan ritel melakukan ekspansi ke bisnis online setidaknya gunakanlah sebagai media marketing untuk membangun komunitas dan mengarahkannya ke transaksi offline.

Penulis:
Harjanto Joewono
CEO onlinestoreku.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar