7 Bulan Buka, Online Shop Ini Tangani 400 Order Perhari

Jakarta - Bagi Anda yang senang belanja melalui online pasti sudah familiar dengan berbagai nama toko online lokal, mulai dari Zalora, BerryBenka hingga BelowCepek. Wolipop pun berkesempatan berbincang dengan Zalora, salah satu butik online terbesar di Indonesia.

Zalora Indonesia merupakan salah satu situs belanja online lokal terbesar yang mewakili banyak produk, yakni lebih dari 400 merek ternama serta 20.000 produk berkualitas. Kini, butik online yang memiliki delapan adik perusahaan di Asia tersebut telah menangani 400 order per hari.

"So far so good, lumayan menarik ya, sampai hari ini ordernya sekitar 400 per hari," ujar Catherine Hindra, seorang Mananging Director dari Zalora Indonesia yang dihubungi wolipop, Jumat (28/09/2012).

Zalora memang cepat berkembang sejak hadir pada akhir Februari 2012. Tidak heran bila pesanan yang ditangani oleh Zalora begitu besar. Mengingat online shop yang satu ini menyajikan berbagai sistem pembayaran menarik serta produk-produk yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, baik lokal maupun internasional, seperti Nike, Hush Puppies, Steve Madden, (X) S.M.L, League, dan masih banyak lainnya.

Namun hingga saat ini, tingkat dikembalikannya barang sangat rendah. "Dari awal sudah kita perhitungkan, kita punya return rate rendah banget. Itu bikin kita happy, berarti orang suka sama barangnya dan service kita," ungkap Catherine lulusan Nanyang Technological University, Singapura.

Saat ditanyai oleh wolipop mengenai pembagian hasil penjualan dengan para penyetok barang, wanita yang hobi menonton film dan membaca itu menjelaskan kalau sistemnya sama saja dengan offline store, kecuali ada beberapa brand yang memberikan harga spesial untuk Zalora. Harga yang dibanderol pun sama dengan harga asli di situs resmi mereka.

Untuk penyediaan barangnya sendiri, Zalora memiliki tempat persediaan stok produk seluas 5.000 meter persegi. "Kita punya warehouse di daerah Halim. Mereka taruh stock di sana, baik lokal maupun internasional yang ada di Indonesia," ujar Catherine.

Bagi Anda yang sedang atau ingin menjalani bisnis online shop, Catherine menyarankan agar Anda jangan hanya sekadar ikut-ikutan tren, tapi Anda juga perlu memerhatikan target pasar, jenis barang, serta modalnya.

"Mungkin yang paling penting target segment-nya siapa, barangnya kayak apa, terus modalnya kayak apa. Itukan harus jelas dulu," sarannya ramah diakhir pembicaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar