Ingin Tahu Siapa @Ltheoracle Sebenarnya?

Apakah anda termasuk yang mem-follow akun twitter @Ltheoracle? Sedang berusaha menebak-nebak siapa sebenarnya pemilik akun @Ltheoracle tersebut? heuheu... . Akun @Ltheoracle mendadak tiba-tiba populer setelah ramalannya yang menyebutkan akan ada dua personil CherryBelle yang keluar dari girlband tersebut tepat terjadi. Sejak itu ia dianggap peramal yang hebat.

Banyak tweeps yang akhirnya berusaha bertanya dan berkonsultasi tentang masalah pribadi pada @Ltheoracle. Menjadi followers-nya untuk mendapat "giliran" sebagai yang "terpilih" untuk diramal, maupun sekedar mengikuti kisah-kisah bijak darinya yang bisa menjadi bahan renungan. Para tweeps masih menganggap sosok @Ltheoracle adalah orang yang benar-benar baru muncul kepermukaan, sungguh sosok yang misterius !!! 

Ramalan @Ltheoracle tentang CherryBelle tersebar ke twitland tidak lepas dari peran Master Deddy Corbuzier @corbuzier. Master Deddy Corbuzier memuji ketepatan ramalan si L tersebut, yang akhirnya mengundang para tweeps untuk ikut penasaran tentang siapa sosok yang mendapat pujian dari @corbuzier tersebut.

Para tweeps yang penasaran mengajak Master Deddy untuk mengundang @Ltheoracle ke acara Talkshow HitamPutih yang digawanginya, namun sampai saat ini belum di-Amin-i oleh Master Deddy. Lalu benarkah Deddy Corbuzier tidak mengetahui siapa sosok @Ltheoracle sebenarnya? heuheu... nanti dulu, saya rasa dia tahu benar siapa sosok L yang misterius itu. Ia memproduseri sebuah band bernama fokustik @fokustik. Salah satu personil band tersebut adalah Kirana Larasati. Ya..Ya.. itu dia yang saya maksudkan!! @Ltheoracle.... L ....bisa saja adalah kependekan dari Larasati...Ya Kirana Larasati.

Awalnya saya pun dibuat penasaran, namun setelah secara tidak sengaja membaca portal berita -->> tabloidbintang.com<<-- mendadak semua itu terjawab. Foto Kirana Larasati yang terpajang dalam artikel itu, tanpa sengaja turut mengungkap siapa sosok L yang misterius itu. Heuheu.. Kadangkala kita menyukai sesuatu itu tetap menjadi misteri, namun apa daya jika waktu telah memilih untuk mengungkap kebenaran misteri tersebut.

Avatar profil @Ltheoracle, perhatikan hidung dan bibirnya heuheu...


dan inilah artikel yang dimaksud beserta foto yang digunakan dalam artikel tersebut

Perhatikan Wallpaper yang serupa

dalam artikel ini disebutkan kegiatan Kirana saat ini, dan itu juga yang dilakukan @Ltheoracle 

Kirana Larasati (24) yang pernah terjerumus miras dan obat-obatan, memilih keluar dari dunia artis. Dia berhenti akting sejak 6 bulan lalu. Kini dia membuka toko gadget, aksesori, dan tempat refleksi.

Banyak yang menyayangkan keputusan bintang Purple Love ini. Tujuh tahun akting menjadi penghasilan utamanya. Dari profesi ini ia bisa membantu kehidupan keluarga dan dirinya sendiri. Puluhan juta bisa datang dalam hitungan hari. Tapi itu kebahagiaan dunia. Hatinya tidak bahagia. Ia mulai terbawa dalam kehidupan palsu, kesenangan palsu yang menyertai gemerlap dunia hiburan.

“Walau pertama mencoba bukan dengan teman-teman artis, saya mengonsumsi obat dan miras ketika sudah menjadi artis. Dunia hiburan memang ada sisi gelapnya. Kalau enggak kuat, kita akan 'dimakan'. Kenapa saya keluar (dari dunia akting), karena saya sadar, saya enggak cukup kuat,” ungkap Kirana.

Orang yang melihat dari luar mungkin bingung, tiba-tiba Kirana mengatakan mundur. Ia terpuruk dalam arus pergaulan menyesatkan. Di kamera tampak baik-baik saja. “Yang sakit jiwanya. Gara-gara minum, badan saya memang tidak terkena penyakit apa pun. Saya enggak kecanduan. Memang dari dulu saya kurus. Hati dan jiwa saya menjerit. Saya tahu kalau sebenarnya apa yang saya lakukan enggak benar. Dunia hiburan banyak tekanan, dan kita pikir lewat barang-barang itu kita bisa senang, itu bohong.”

Karena itu enam bulan lalu, ia memutuskan menyudahi semuanya. “Saya tidak mau mengulangi kesalahan yang dulu. Saya mau berubah,” tegas Kirana. Apa pun yang terjadi setelah keluar dari dunia akting, ia pasrahkan kepada Tuhan.

Untuk hidup sehari-hari, kini ia mendapatkan penghasilan dari toko yang dibuka bersama sahabatnya, Deddy Cobuzier dan kawan-kawannya di Ratu Plaza, Jakarta Selatan. Ada toko gadget, Fosfor, toko beraneka ragam perlengkapan dan aksesori Wicked, dan tempat refleksi Foot Step. Kirana juga mengajak sang ayah bergabung. “Jujur, godaan banyak datang. Penghasilan dari toko, jauh dibanding penghasilanku dulu. Dan semakin banyak tawaran sinetron, film, dengan tawaran tarif tinggi. Saya tetap pada keputusan saya,” tegas Kirana. Uang bukan segalanya.

Kini ia merasa bahagia. Senin hingga Minggu melayani pembeli, kadang mungkin hanya mendengarkan obrolan mereka. “Saya tetap bisa makan enak kok, tetap bisa modis. Dan saya lebih bahagia.” Ia menyebut toko Wicked sebagai “a place of hope”, lokasi penuh harapan. Di sana ia berjualan aksesori, jas-jas unik, buku, pernak-pernik, properti, boneka, bertema gothic. Di sana ia menerima teman atau tamu untuk mencurahkan isi hati.

“Mengapa saya suka menggambarkannya sebagai a place of hope, karena barang-barang ini bukan kebutuhan primer. Tapi orang mungkin beli, karena barang ini mengingatkan dia akan sesuatu yang dia senangi. Membuat orang yang tadinya sedih, bisa punya harapan baru lagi,” ungkap Kirana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar