Nasib Mediafire dan File Hosting Lain Ditutup ?

Menyusul penutupan situs MegaUpload, kabarnya Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga akan menutup situs-situs lain yang melakukan pelanggaran seperti yang dilakukan Megaupload. Saat ini mereka tengah meneliti situs-situs tersebut, diantaranya ada layanan favorit penggila download di Indonesia, seperti Mediafire dan Rapidshare.

Beberapa situs telah mengambil langkah antisipasi. Seperti FileServe dan FileSonic yang sudah mematikan layanan berbagi file mereka. Ada juga situs seperti Uploaded.to yang memblokir semua alamat internet protocol (IP) yang berbasis di Amerika Serikat.

Meski belum ada kepastian, berikut daftar 15 situs berbagi yang berpotensi akan ditutup :

BayFiles
Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas. Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah.

DepositFiles
Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula. Situs ini juga menawarkan keanggotaan “Gold” yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload.

Divx Stage
Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB.

HulkShare
Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare

MediaFire
Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola.

MegaShares

Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka. Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MB akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu.

NovaMov
Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini.

OvFile

Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai “layanan penyimpanan video online” membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan.

PutLocker
PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna.

RapidShare
Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya. Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar.

SockShare
Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium).

UpLoadHere
Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar.
Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan.

UpLoadKing
Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan.

WUpload
Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB.

ZShare
Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB. (via kompas tekno)
Keadaan yang seperti ini turut membuat banyak pihak ikut bingung, terutama para blogger yang biasa memanfaatkan situs berbagi file sebagai loker penyimpanan dan sekaligus berburu dollar. Namun bagi para pengunduh musik maupun software hal ini memberikan keuntungan tersendiri, dengan demikian makin mengerucutkan jumlah file hosting yang kebanyakan menuntut kita membeli premium account untuk bisa mengunduh file dengan kecepatan maksimal dan tanpa batasan yang biasanya diberlakukan pada pengunduh tanpa akun berbayar. Alhasil banyak blogger yang berpindah ke file hosting berkualitas yang masih tersisa, dalam hal ini mediafire lah yang jadi alternatif yang kebanyakan dari kita menyukainya karena tidak seribet file hosting lainnya. Semoga Mediafire tidak termasuk yang ditutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar