Apa Penyebab Rasa Sakit di Puting Maupun Payudara

Apa saja sich penyebab rasa nyeri tersebut? Penting nich bagi para suami untuk mengetahuinya!

Nyeri pada payudara merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh perempuan baik secara konstan atau hilang timbul. Kondisi ini ternyata bisa dipicu oleh beberapa faktor. Apa saja penyebab nyeri payudara ini?

Nyeri payudara (mastalgia) biasanya digambarkan dengan rasa sakit di salah satu atau kedua payudara, rasa seperti terbakar atau sesak di jaringan payudara. Gejala ini lebih sering terjadi pada kaum muda, perempuan premenopause dan perempuan perimenopause.

Nyeri yang dirasakan pada payudara dibedakan menjadi dua jenis yaitu nyeri cyclic dan noncyclic. Nyeri siklis biasanya berhubungan dengan siklus hormon seperti menstruasi dan tidak berbahaya. Sedangkan nyeri payudara non-siklis umumnya berasal dari payudara itu sendiri atau daerah di sekitarnya.

Meski begitu ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan rasa nyeri di payudara, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (20/5/2011) yaitu:

1.  Hormon reproduksi, nyeri payudara siklis diperkirakan memiliki hubungan yang kuat dengan hormon dan siklus menstruasi. Nyeri ini akan berkurang atau hilang ketika seseorang hamil atau menopause.

2.  Faktor anatomi, nyeri payudara non-siklis lebih dimungkinkan akibat anatomi seperti dipicu oleh kista, trauma, operasi sebelumnya atau faktor lain yang berhubungan dengan payudara. Tapi nyeri ini juga bisa disebabkan oleh faktor di luar seperti dinding dada, otot, persendian atau jantung yang menyebar ke payudara.

3.  Ketidakseimbangan asam lemak, adanya ketidakseimbangan dalam sel bisa mempengaruhi sensitivitas jaringan payudara terhadap sirkulasi hormon. Karenanya orang yang memiliki jumlah asam lemak tidak seimbang akan diberikan obat untuk mengatur keseimbangan dan mengurangi kepekaan jaringan payudara.

4. Konsumsi obat tertentu, beberapa konsumsi obat hormon seperti obat kontrasepsi dan perawatan kesuburan bisa memicu nyeri di payudara. Beberapa studi melaporkan obat antidepresan juga bisa memicu nyeri.

5. Ukuran payudara, perempuan yang memiliki ukuran payudara besar lebih mungkin mengalami nyeri payudara non-siklis. Ketidaknyamanan ini kadang dirasakan juga di leher, bahu dan punggung. Beberapa studi menunjukkan bahwa operasi pengurangan kadang bisa mengurangi masalah ini.

6.  Penggunaan ukuran bra yang tidak tepat, menggunakan bra dalam ukuran yang tidak tepat misalnya terlalu kecil akan memicu rasa nyeri, hal ini karena bra tersebut akan menekan payudara dan tidak menyokongnya dengan baik.

Meski kadang tidak berbahaya, tapi pada kondisi-kondisi tertentu sebaiknya rasa nyeri ini tidak diabaikan dan harus konsultasikan ke dokter yaitu:

1. Rasa nyeri yang terus menerus setiap hari selama lebih dari beberapa minggu
2. Rasa nyeri yang terlokalisir pada satu daerah tertentu dari payudara
3. Rasa nyeri yang muncul semakin memburuk dari waktu ke waktu
4. Rasa nyeri yang muncul sudah mengganggu kegiatan sehari-hari

Beberapa saran mungkin bisa dicoba untuk menghilangkan rasa nyeri seperti menggunakan bra yang sesuai untuk mengurangi pergerakan payudara pada dinding dada, serta mencatat dan menandai kapan saja rasa nyeri tersebut timbul sehingga bisa diperkirakan penyebabnya.

Bila tanda ketidaknormaan ini berlanjut dan semakin memburuk,  segera periksakan ke dokter agar diagnosa yang lebih pasti segera anda berdua ketahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar