NEVER WORK FOR THE NUMBERS!

Sahabat Indonesia yang hatinya baik,

yang sedang bekerja keras membangun kehidupan yang keindahannya sudah ada dalam impian-impiannya.
Untuk adik-adik dan anak-anak saya yang terkasih, ini pesan Pak Mario ya?

Janganlah merasa tertekan karena Anda harus menjadi pribadi yang kaya, berpangkat tinggi, dan ternama.

Itu bukan tujuan yang mendamaikan hati.

Padahal, kedamaian adalah suasana hati yang terbaik bagi pengembangan semua kualitas adik-adik dan anak-anakku.

Selalu ada jalan baik untuk mencapai kebaikan.

Sekarang,

Mau tahu bagaimana Pak Mario dulu belajar dan bekerja untuk membangun karir dan kehidupan Pak Mario sampai sekarang ini?

Ini rahasianya, dalam tiga langkah (bijak mode – on):

1. I never work for the numbers.

2. I work to be the best at what I do.

3. Then, the best numbers come in.

Pak Mario dari dulu sampai sekarang, tidak pernah belajar untuk menjadi juara satu, dan tidak pernah bekerja untuk mencari uang.

Pak Mario belajar untuk menjadi paling mengerti di bidang yang Pak Mario pelajari, atau Pak Mario menjadi yang terbaik dalam mengerjakan yang Pak Mario kerjakan.

Pak Mario tidak pernah belajar atau bekerja untuk mengalahkan orang lain.

Pak Mario belajar dan bekerja untuk menjadi lebih baik daripada Pak Mario kemarin.

Setelah itu, eh ternyata …, angka-angka yang terbaik datang.

Pak Mario kadang-kadang juara di kelas.
Tapi nggak selalu sih ya?, khan kita harus kasih kesempatan untuk yang lain juara juga. Khan nggak keren kalau kita juara terus?!

Karena tidak sibuk cari uang, tapi sibuk jadi yang terbaik dalam pekerjaan, Pak Mario diberi pangkat lumayan tinggi waktu muda; umur 33 tahun sudah Vice President, umur 38 tahun Pak Mario mengundurkan diri dari jabatan di Bank untuk berwiraswasta, jadi konsultan dan pembicara publik.

Sebagai pebisnis mandiri yang modalnya adalah:
kesungguhan untuk menjadikan diri dan yang Pak Mario lakukan sebagai keuntungan bagi mereka yang Pak Mario layani,
awalnya susah sekali (sebetulnya: amat sangat super susah sekali),
tapi remember the first rule:
I never work for the numbers,
and the second rule:
I work to be the best at what I do.

Eh …! tahu-tahu sudah bisa punya rumah, tahu-tahu sudah dikasih dua anak lucu-lucu oleh Ibu Linna, bisa liburan ke sana ke sini, menulis di koran, ada di radio, dan eh! tahu-tahu sudah ada di TV, dan eh! Facebook Fans sudah hampir satu juta!, dan eh! ke mana-mana ada teman yang menyapa Salam Zhupper ... Pak Mario!

Believe me,

Jika kita berfokus pada yang penting, tahu-tahu kehidupan ini damai dan utuh.

Tapi, kalau soal uang, sampai sekarang Pak Mario masih tetap tidak punya.
Jangankan uang, dompet saja Pak Mario tidak punya. Karena, semua uang dan harta keluarga dipegang dan diurus Ibu Linna.

Pak Mario memang percayakan semua kepada Ibu Linna, karena Pak Mario ingin tetap bekerja dengan Rule No. 1, dan karena Pak Mario sangat mempercayai Ibu Linna, dan dia menjaga kepercayaan itu dengan sangat baik.

Pak Mario pilih Ibu Linna untuk menjadi Ibu dari anak-anak Pak Mario, untuk menjadi boss keluarga, dan menjadi sahabat dan kekasih Pak Mario – karena orangnya baik, jujur, sayang anak dan suami, pandai (dia MBA di Amerika umur 22 tahun), dan cantik (itu bonus, tapi tidak mutlak, meskipun penting, … kalau bisa sih ya?)

Dan yang ini sedikit diketahui oleh orang, Ibu Linna adalah senjata rahasia Pak Mario.

Ibu Linna yang memastikan Pak Mario tampil dengan pakaian dan posture yang baik di publik, dia yang menjaga kesehatan dan kesegaran Pak Mario, dia yang menasehati Pak Mario mengenai bahasa dan selera bicara Pak Mario, dia yang mengharuskan orang lain berlaku hormat kepada Pak Mario, dia yang mengingatkan saya kalau saya lupa bahwa saya Mario Teguh.

Bagaimana mungkin Pak Mario tidak menyayangi dan menghormati Ibu Linna? Hidupnya adalah untuk kebaikan suami dan anak-anaknya.

Bila adik-adik dan anak-anakku nanti memikirkan pacar atau pasangan hidup, pastikan kalian memillih pria atau wanita yang akan menghebatkan diri kalian. Dengannya, kalian akan saling menghebatkan.

Khan kalian sudah tahu, pasangan hidup yang tidak di-recommend oleh Pak Mario?

Dan yang ini jangan di-argue:

Wanita-wanita yang baik adalah untuk pria-pria yang baik.
Dan sebaliknya, pria-pria yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik.

...........

So, adik-adik dan anak-anaku yang sangat Pak Mario sayangi,

Kehidupan ini indah.

Jangan hanya mengeluhkan keharusan-keharusan yang harus kalian penuhi sekarang, yang rasanya tidak enak dan merampas kebebasan itu.

Semua keharusan di masa muda, adalah yang membebaskan di masa dewasa dan tua.

Pak Mario waktu masih anak-anak dan muda dulu (kira-kira tahun lalu ya?) bukanlah murid yang paling cerdas, bukan yang paling rajin, dan bukannya tanpa keluhan.

Tetapi, Pak Mario untungnya masih menghormati orang tua dan para guru.
Jaman itu saja, Pak Mario sudah dicemooh teman-teman sebagai kuno, karena lebih menuruti anjuran baik, daripada mbolos dan main meninggalkan pelajaran.

Tetapi itulah yang membuat Pak Mario punya ijazah dan pendidikan yang menjadi tiket masuk untuk bekerja. Teman-teman Pak Mario yang nakal dan bandel itu dulu, banyak yang sekarang sudah jadi kakek-kakek yang penuh penyesalan. Kasihan sih ya? Tapi itu pilihan mereka saat masih muda dulu.

Pada akhirnya, setiap orang harus bertanggung-jawab atas dirinya masing-masing.

Kalau adik-adik dan anak-anakku termasuk yang sulit mempercayai orang yang lebih tua, jangan tidak percayai Pak Mario mengenai hal yang ini ya?

Yang menelantarkan masa muda, akan menjadi orang tua yang ditelantarkan oleh kehidupan.

Kalau kepastian itu dijadikan taruhan, taruhannya adalah kehidupan, yang pasti kalah!

Trust me.

Guys, I love you. Very few things are truer than this.

………..

Adik-adik dan anak-anakku yang baik hatinya,

Kalian adalah pembesar masa depan.

Jangan pernah melihat diri Anda sendiri dengan pandangan yang tidak sesuai bagi pribadi seterhormat Anda.

Jangan lihat diri Anda sekarang sebagaimana adanya.
Lihatlah diri Anda sebagaimana bisa jadinya.

Kalian adalah permata dan mutiara kebanggaan orang tua kalian, yang menjadi tujuan dari semua doa dan harapan Ayah dan Bunda.

Jika suatu hari nanti kalian menjadi pribadi-pribadi besar yang bernilai bagi kehidupan bangsa, sadarkah kalian bahwa rahim Ibunda telah digunakan oleh Tuhan untuk menjadi tempat pembentukan kalian, untuk menjadi bayi lucu yang sehat dan kuat kemauannya itu?

Sayangilah Ibunda dan Ayahanda. Mereka adalah saudara dan sahabat Pak Mario, yang sangat Pak Mario hormati dan sayangi.

Kalau kalian mendengar dan melihat Pak Mario berbicara, atau menulis dengan bahasa yang penuh hormat kepada Ibunda dan Ayahanda kalian, apakah kalian bisa sedikit meniru cara bicara Pak Mario - saat kalian berbicara dengan Bunda dan Ayah?

Pak Mario minta kalian mencoba ya?

Cobalah berbicara penuh kasih dan hormat kepada Bunda dan Ayah, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Kalian akan melihat dengan nyata, bagaimana Tuhan akan memberikan hal-hal baik kepada kalian, bahkan yang kalian lupa minta.

Nanti, kalau sempat membebaskan diri dari orang banyak, berbicaralah dekat-dekat dengan Tuhan, bisikkanlah ini:

Tuhanku yang sangat aku sayangi,
Aku sangat menyayangi Ibu dan Ayahku.
Bantulah aku untuk menjadi anak yang membanggakan mereka.
Jika bukan melalui mereka, aku tidak akan berada dalam kehidupan ini, dan hidup dalam hak ku untuk menjadi pribadi yang besar, kuat, dan bernilai.
Kuatkanlah aku dihadapkan rasa malasku.
Tegaskanlah aku dalam menolak yang tidak baik.
Mudahkanlah bagiku untuk mengerti, untuk mengingat, dan terampilkanlah aku dalam menyelesaikan soal-soalku.
Tuhanku, aku ingin menjadi jiwa yang kau kasihi.
Maka bantulah aku untuk menjadi jiwa yang jujur, yang damai, yang rajin, dan yang penuh kegembiraan.
Cerahkanlah masa depanku.
Jadikanlah aku pribadi yang bernilai bagi sesama.

Amien.

………..


Adik-adik dan anak-anakku yang sangat Pak Mario kasihi,

Begitu dulu ya?

Besok Ibu Linna dan Pak Mario, bersama beberapa sahabat akan terbang ke Tanah Suci untuk ibadah Umroh. Marco, anak laki-laki Pak Mario yang mirip sekali dengan ayahnya (saya!) akan ikut, tetapi Audrey tidak bisa ikut karena harus bersama teman-temannya ikut UN.

Mudah-mudahan semua anak-anakku yang terkasih, bersama Audrey yang tersayang, dapat melalui Ujian Nasional ini dengan damai dan lulus dengan baik.

Ibu Linna dan Pak Mario akan doakan keberhasilan kalian semua di Madinah dan Mekkah ya?

Dan tahu nggak?, bahwa semua doa orang tua dan kami di Tanah Suci, akan menjadi sangat manjur, kalau dibuka oleh doa kalian masing-masing langsung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya?

Mohon disampaikan salam sayang untuk Bunda dan Ayah, dari Ibu Linna dan Pak Mario.

Be good!

Loving you all as always,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar