HARGAMU HANYA SEBANDING DENGAN PENGHARGAANMU TERHADAP WAKTU

Sahabat Indonesia yang terkasih,
yang sedang menjadikan dirinya pribadi yang berharga
Semoga kesehatan menjadi kualitas raga, dan kedamaian menjadi kualitas hati Anda.

Setiap hari berpotensi baik; tetapi memang tidak setiap pribadi dari kita berfokus pada perasaan, pikiran, dan tindakan yang mengubah potensi baik menjadi kenyataan baik.

Banyak orang yang merasa mahal, tetapi tidak bekerja keras menjadikan dirinya dibayar tinggi.

Sahabat saya yang besar impiannya,
Sahabat saya yang logikanya berpihak kepada keberhasilannya,

Hampir tiga bulan pertama dari tahun yang baru saja kita rayakan kebaruannya ini, telah berlalu, dan dalam dua minggu kita akan melalui seperempat dari satu tahun yang akan menjadikan semua orang menua satu tahun, tetapi yang belum tentu menjadi lebih mampu daripada diri mereka di tanggal yang sama tahun lalu.

Kelihatannya, waktu memilah-milah orang berdasarkan kualitas sikapnya dalam menggunakan waktu.

Yang bersikap baik dalam menggunakan waktu, akan hidup dengan baik. Yang menyepelekan waktu, akan hidup memprotes penyepelean dari orang lain.

Saya tidak ingin mengundang siapa pun untuk merasa khawatir dan terusik dengan ketepatan dari penggunaan waktu dalam hidupnya; tetapi jika ada orang yang tidak khawatir dengan penuaan dirinya yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan kekuatan kehidupannya, undangan saja tidak cukup.

Setiap pribadi yang melemahkan kehidupannya dengan cara melemahkan upayanya di dalam rentang waktu, telah sebetulnya dihardik keras oleh kehidupan.

Tetapi kehidupan, tampil bisu bagi orang yang tidak menghormati waktu; karena kekasaran bicara dari kehidupannya tertutupi oleh lantangnya keluhan dan protesnya sendiri tentang ketidak-adilan kehidupan.

Dan kepada adik-adik kita yang muda, yang hatinya gelisah karena menyadari bahwa penuaan dirinya hanya menghasilkan pelemahan kehidupan …, ini yang dapat Anda sampaikan kepadanya dengan se-santun-santunnya bahasa:

…….

Adikku,
buah hati dari ibu mu yang sahabat ibu ku,
yang telah khusuk mendoakan mu dan mendoakan ku,
bahkan jauh sebelum hari kelahiran mu dan kelahiran ku,

Sadarilah bahwa,

Kehidupan ini sudah besar,
engkau tidak akan bisa membesarkannya lagi.
Sehingga sebetulnya engkau tumbuh dari ukuran-ukuran kecil mu untuk menjadi pribadi yang pantas bagi kehidupan yang besar.

Dan yang ini adalah pengertian yang jika kau kuasai, engkau akan menguasai kehidupan, bahwa,

Waktu adalah kesempatan yang pasti menumbuhkan sesuatu.

Mungkin kalimat ku itu tadi, terlalu kecil dan sederhana jika kau bandingkan dengan pembiasan orang lain kepadamu untuk mendengar kalimat-kalimat besar yang panjang dan berbunga rampai, tetapi yang berbuah kecil-kecil dan sedikit.

Aku ulangi ya?

Waktu adalah kesempatan yang pasti menumbuhkan sesuatu.

Maka janganlah ada sedikit keraguan di hatimu, bahwa


Demi waktu,

jika engkau tidak bersikap, berpikir, dan berlaku yang menumbuhkan kekuatan, engkau pasti menumbuhkan kelemahan.

Dan yang dilemahkan adalah kehidupanmu.

Rasa enggan adalah kekuatan yang sangat besar, baik untuk mencapai keberhasilan atau menyebabkan kegagalan.

Maka engganlah terlibat dalam hal-hal yang tidak menghasilkan.
Dan bersegeralah dengan hal-hal yang menghasilkan, walau sekecil apa pun.


Demi waktu,

jika bukan kebaikan yang mewarnai hati, pikiran, dan gerakan-gerakan tubuh mu, pasti bukan kebaikan yang tumbuh subur dalam hari-hari mu.

Dan yang diburukkan adalah kehidupanmu.

Maka bersegeralah menambahkan kebaikan dalam setiap langkah keseharian mu, agar keajaiban yang menata perjalanan hidupmu memindahkan mu ke jalan-jalan menuju taman-taman keindahan hidupmu.


Demi waktu,

jika bukan kasih sayang dan keindahan yang menjadi warna hati, wajah, dan cara-cara mu, pasti bukan keindahan yang kau lihat dan rasakan di dunia ini, tetapi kekejaman.

Dan yang dikejamkan adalah kehidupanmu.

Engkau adalah pena yang menuliskan cerita kehidupanmu sendiri. Jika cerita yang kau pilih berisi kasih sayang dan keindahan, maka tangan yang menggunakan mu adalah tangan Tuhan.


Sahabat pengisi hatiku,
yang menjadi tujuan dari semua kerja keras ku,

dengan khidmat aku berharap agar engkau tidak mengijinkan keraguan mengganggu yang telah kau mengerti sebagai yang baik bagi mu.

Karena, jika engkau meragukan kebaikan, engkau memastikan keraguan sebagai penghalang kemuliaan mu.

Perhatikanlah ini,

Jika engkau bersumpah, engkau memulainya dengan “Demi Tuhan …”

Dan karena Tuhan serius dalam niat-Nya untuk memuliakan mu, Beliau memulai dengan “Demi masa …”

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan pintu hatimu terbuka lebar dan me-raksasa-kan balai keindahan yang menjadi ruang tertatanya semua kejadian dalam hidupmu, yaitu hatimu.

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan bibir mu bergetar dengan pujian dan pujaan kepada Tuhan yang menjadi tujuan kehidupan mu, dan hati mu bersujud dalam penyerahan yang menyeluruh kepada Yang Maha Memelihara mu.

Engkau adalah kekasih Tuhan, dan tidak ada yang diinginkan-Nya kecuali memuliakan mu.

Maka,

Jika besar harapan mu untuk menjadi pribadi yang berharga, hargailah waktu.

Dan tetapkanlah ini sebagai hukum bagi mu, bahwa

Harga mu hanya sebanding dengan penghargaan mu terhadap waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar