APAKAH MODAL UTAMA UNTUK MEMULAI BISNIS ANDA SENDIRI?

Modal utama Anda untuk memulai bisnis Anda sendiri adalah:

Kesungguhan Anda untuk menjadikan diri dan yang Anda lakukan sebagai keuntungan bagi mereka yang Anda layani.


URAIAN:

KESUNGGUHAN

Banyak sekali orang yang ingin menjadi pengusaha besar, tetapi yang tidak bersungguh-sungguh menginginkan keberhasilan.

Bagaimana mungkin orang percaya bahwa dirinya menginginkan sesuatu yang besar dan pantas untuk mencapai yang besar;

jika dia malas,
mengutamakan penundaan,
mengutamakan pekerjaan yang kecil-kecil dan mudah-mudah saja,
mensyaratkan yang belum ada untuk melakukan yang belum tentu dilakukannya,
melihat keberuntungan lebih penting daripada upaya,
berharap kepada perhitungan nasib oleh orang lain dan kepada hal-hal yang selain Tuhan,
mengeluhkan tidak adanya modal dan kesempatan,
melihat kesulitan sebagai penghalang dan bukan sebagai batu pijakan untuk naik,
tidak mengikhlaskan diri belajar dari yang telah membuktikan,
mengutamakan keuntungan pribadi daripada keuntungan yang dilayaninya,
tidak menyertakan Tuhan dalam setiap niat dan upayanya,
dan
tidak percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkannya jika dia berani melakukan sesuatu yang menjadikan dirinya keuntungan bagi sesama,
dia tidak ikhlas menerima kebesaran dan kekayaan Tuhan,
sehingga
dia menakar dan membatasi kemampuan Tuhan untuk menjadikan dirinya sebesar yang diimpikannya,
sehingga
dia hanya meminta dan berdoa bagi yang kecil-kecil saja,
dia berpegangan erat kepada hal-hal yang selama ini dikeluhkannya,
karena tidak percaya bahwa Tuhan mampu untuk menyejahterakannya di dalam pilihan-pilihan lain yang lebih berkah,
sehingga
dia tetap menua dalam keluhan,
dia tidak mengambil jaminan Tuhan yang akan memuliakan orang yang memuliakan-Nya,
dia berdiri ketakutan di bibir tebing,
mengeluhkan tempatnya berada,
mengetahui bahwa tempat yang lebih baik itu bukan di sini,
dan ada di tempat yang akan diketahuinya jika dia berani melompat,
tetapi dia terlalu takut,
sehingga
dia tidak terjun sambil membuat sayap.

………..

DIRI ANDA

Semua orang yang berhasil, mencapai keberhasilan mereka dengan menggunakan apa pun yang ada pada dirinya - sebagai keuntungan bagi orang lain.

dia tidak mengharapkan menjadi orang lain yang bukan dirinya, tidak menyesalkan kelahirannya yang tidak seberuntung orang lain, tidak mensyaratkan semuanya untuk menjadi lengkap dulu - sebelum dia memulai, dan meyakini bahwa semua yang besar dimulai dari yang kecil, semua yang banyak dimulai dari yang sedikit, dan

semua keberhasilan adalah keberhasilan pribadi.

………..

ORANG LAIN, PELAYANAN, DAN KEUNTUNGAN.

Kita disebut penting, hanya jika kita penting bagi orang lain, dan kita disebut berguna - jika kita berguna bagi orang lain.

Tidak ada orang yang bisa menjadi hartawan dengan jujur, tanpa memperkaya kehidupan orang lain.

Sehingga, pertanyaan penting yang harus Anda tanyakan kepada diri sendiri, adalah:

Apakah yang ada pada diri Anda dan yang dapat Anda lakukan, yang akan menjadikan kehidupan orang lain lebih baik?

………..

Sahabat saya yang keberhasilannya penting bagi Indonesia,

Marilah kita sadari bahwa Indonesia akan menjadi negeri dan bangsa yang lebih kuat, jika sebagian besar pribadi pembentuknya adalah wirausahawan, dan bukan pegawai.

Jika Anda masih berstatus pegawai, janganlah berkecil hati - karena jembatan terbaik yang menghubungkan karir sebagai pegawai dengan karir sebagai pengusaha, adalah menjadikan diri Anda yang masih pegawai - sebagai PENGUSAHA KEBAIKAN.

Banyak pengusaha yang bukan pengusaha kebaikan, dan itu tidak lebih baik daripada tidak menjadi apa-apa. Karena, orang yang tidak mengusahakan kebaikan bagi orang lain, pasti mengupayakan kerugian bagi siapa pun yang berhubungan dengannya.

Maka,

Siapa pun telah sebetulnya menjadikan dirinya pengusaha yang berbakat bagi semua kebesaran, jika dia bersungguh-sungguh menjadikan diri dan yang dikerjakannya sebagai keuntungan bagi yang dilayaninya,

apakah dia masih berstatus karyawan, atau telah memulai dan menjadi pengusaha yang membangun kemandirian finansial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar